Situspendidikan.com
- Bagi seorang muslim yang menunaikan ibadah puasa pada siang harinya, maka
pada malam harinya sangat ditekankan untuk menjalankan sholat tarawih.
Pada
setiap tempat penyelenggaraan baik sholat tarawih baik di masjid maupun mushola
ada beberapa yang berbeda dalam melaksanakan jumlah rakaat tarawihnya yakni ada
yang 11 rakaat (8 rakaat sholat tarawih dan 3 rakaat sholat witir) dan sebagian
lainnya mengerjakan 23 rakaat (20 rakaat sholat tarawih dan 3 rakaat sholat
witir).
Lalu
pertanyaannya, mana rakaat yang benar? Yang 11 rakaat ataukah yang 23 rakaat?
Tentu yang benar adalah dua-duannya, dan yang tidak benar adalah yang tidak
mengerjakan sholat tarawih bukan... J
Seperti yang saya kutip dari catatan Bpk. Roni Irmunika
Sandu, beliau pun dengar apakah benar Rasululloh mengerjakan sholat tarawih 11
rakaat, kalau memang Rasulloh mengerjakan sholat tarawih 11 rakaat mengapa ada
orang -oarang yang melakukansholat tarawih 23 rakaat? Bukankah itu bid''ah
menambah-nambah yangtidak pernah Rasulloh lakukan?
Berikut
jawabannya :
Tidak
ada satu pun hadits yang shahihdan sharih (eksplisit) yang menyebutkan jumlah
rakaat shalat tarawihyang dilakukan oleh Rasululullah SAW.
Kalau
pun ada yang mengatakan 11rakaat, 13 rakaat, 20 atau 23 rakaat, semua tidak
didasarkan pada hadits yang tegas. Semua angka-angka itu hanyalah tafsir
semata. Tidak ada hadits yang secara tegas menyebutkan angka rakaatnya secara
pasti.
Al-Ustadz
Ali Mustafa Ya''qub, MA,muhaddits besar Indonesia di bidang ilmu hadits,
menerangkan bahwatidak ada satu pun hadits yang derajatnya mencapai shahih
tentang jumlah rakaat shalat tarawih yang dilakukan oleh Rasulullah SAW.
Kalau
pun ada yang shahih derajatnya, namun dari segi istidlalnya tidak menyebutkan
jumlah rakaat shalat tarawih. Di antarahadits palsutentang jumlah rakaat
tarawih Rasulullah SAW adalah hadits berikut ini:
Dari
Ibn Abbas, ia berkata, "Nabi SAW melakukan shalat pada bulan Ramadhan dua
puluh rakaat dan witir". (Hadits Palsu)
Hadis
ini diriwayatkan Imamal-Thabrani dalam kitabnya al-Mu'jam al-Kabir. Dalam
sanadnya terdapatrawi yang bernama Abu Syaibah Ibrahim bin Utsman yang menurut
Imamal-Tirmidzi, hadits-haditsnya adalah munkar. Imam al-Nasa'i
mengatakanhadis-hadis Abu Syaibah adalah matruk. Imam Syu'bah mengatakan
Ibrahimbin Utsman adalah pendusta. Oleh karenanya hadis shalat tarawih duapuluh
rakaat ini nilainya maudhu'' (palsu) atau minimal matruk (semi palsu).
Demikian
juga hadits yang menyebutkanbahwa jumlah rakaat tarawih Rasulullah SAW adalah 8
rakaat. Hadits itujuga palsu dan dusta. "Rasulullah SAW melakukan shalat
pada bulan Ramadhan sebanyak delapan rakaat dan witir". (Hadits Matruk)
Hadis
ini diriwayatkan Ja'far bin Humaid sebagaimana dikutip kembali lengkap dengan
sanadnya oleh al-Dzahabi dalam kitabnya Mizan al-I'tidal dan Imam Ibn Hibban
dalam kitabnya Shahih Ibn Hibbandari Jabir bin Abdullah. Dalam sanadnya
terdapat rawi yang bernama 'Isabin Jariyah yang menurut Imam Ibnu Ma'in, adalah
munkar al-Hadis(Hadis-hadisnya munkar).
Sedangkan
menurut Imam al-Nasa'i, 'Isabin Jariyah adalah matruk (pendusta). Karenanya,
hadis shalat tarawihdelapan rakaat adalah hadis matruk (semi palsu) lantaran
rawinyapendusta.
Jadi
bila disandarkan pada keduahadits di atas, keduanya bukan dalil yang bisa
dijadikan pegangan bahwa Nabi Muhammad SAW shalat tarawih 8 rakaat atau 20
rakaat dalam shalat tarawih.
Hadits
Rakaat Shalat Malam atau Rakaat Shalat Tarawih?
Sedangkan
hadits yang derajatnyasampai kepada keshahihan, hanyalah hadits tentang shalat
malam yangdilakukan oleh Rasulullah SAW, di mana Aisyah meriwayatkan secara shahih
bahwa shalat malam yang dilakukan oleh beliau SAW hanya 11rakaat.
Dari
Ai''syah ra, "SesungguhnyaNabi SAW tidak menambah di dalam bulan Ramadhan
dan tidak pulamengurangkannya dari 11 rakaat. Beliau melakukan sholat 4 rakaat
dan janganlah engkau tanya mengenai betapa baik dan panjangnya, kemudian beliau
akan kembali sholat 4 rakaat dan jangan engkau tanyakan kembali mengenai betapa
baik dan panjangnya, kemudian setelah itu beliaumelakukan sholat 3 rakaat. Dan
beliau berkata kepadanya (Ai''syah),"Dia melakukan sholat 4 rakaat, "
tidak bertentangan dengan yangmelakukan salam setiap 2 rakaat. Dan Nabi SAW
bersabda, "Sholat dimalam hari 2 rakaat 2 rakaat." Dan dia
(Ai''syah), "Dia melakukansholat 3 rakaat" atau ini mempunyai makna
melakukan witir dengan 1rakaat dan 2 rakaat. (HR Bukhari).
Tetapi
di dalam hadits shahih ini,Aisyah ra sama sekali tidak secara tegas mengatakan
bahwa 11 rakaat ituadalah jumlah rakaat shalat tarawih. Yang berkesimpulan
demikian adalah para ulama yang membuat tafsiran subjektif dan tentunya
mendukung pendapat yang mengatakan shalat tarawih itu 11 rakaat.
Mereka
beranggapan bahwa shalat yang dilakukan oleh Rasulullah SAW adalah shalat
tarawih.
Pendukung 20 Rakaat
Sedangkan
menurut ulama lain yangmendukung jumlah 20 rakaat, jumlah 11 rakaat yang
dilakukan olehRasulullah SAW tidak bisa dijadikan dasar tentang jumlah rakaat
shalattarawih. Karena shalat tarawih tidak pernah dilakukan oleh RasulullahSAW
kecuali hanya 2 atau 3 kali saja. Dan itu pun dilakukan di masjid,bukan di
rumah. Bagaimana mungkin Aisyah ra meriwayatkan hadits tentang shalat tarawih
beliau SAW?
Lagi
pula, istilah shalat tarawih juga belum dikenal di masa beliau SAW. Pada masa
Umar bin Khattab, karenaorang berbeda-beda, sebagian ada yang shalat dan ada
yang tidak shalat,maka Umar ingin agar umat Islam nampak seragam, lalu
disuruhlah agarumat Islam berjamaah di masjid dengan shalat berjamah dengan
imam Ubaybin Ka''b. Itulah yang kemudian populer dengan sebutan shalat tarawih,
artinya istirahat, karena mereka melakukan istirahat setiap selesai melakukan
shalat 4 rakaat dengan dua salam.
Bagi
para ulama itu, apa yangdisebutkan oleh Aisyah bukanlah jumlah rakaat shalat
tarawih, melainkan shalat malam (qiyamullail) yang dilakukan di dalam rumah
beliau sendiri.
Apalagi
dalam riwayat yang lain,hadits itu secara tegas menyebutkan bahwa itu adalah
jumlah rakaatshalat malam beliau, baik di dalam bulan Ramadhan dan juga di luar
bulan Ramadhan.
Maka
dengan demikian, keadaan menjadi jelas mengapa di dalam tubuh umat Islam masih
ada perbedaan pendapat tentang jumlah rakaat tarawih yang dilakukan oleh Nabi
Muhammad SAW.Dan menarik, para ulama besar dunia sangat bersikap toleran dalam masalah
ini.
Toleransi Jumlah
Bilangan Rakaat
Dengan
tidak adanya satu pun haditsshahih yang secara tegas menetapkan jumlah rakaat
tarawih RasulullahSAW, maka para ulama berbeda pendapat tentang jumlahnya. Ada
yang 8rakaat, 11 rakaat, 13 rakaat, 20 rakaat, 23 rakaat, bahkan 36 rakaat. Dan
semua punya dalil sendiri-sendiri yang sulit untuk dipatahkan begitu saja.
Yang
menarik, para ulama di masa lalutidak pernah saling mencaci atau menjelekkan
meski berbeda pendapat tentang jumah rakaat shalat tarawih.
Ibnu
Hajar dalam Fathul Barimenyebutkan perbedaan riwayat mengenai jumlah rakaat
yang dilakukanpada saat itu: ada yang mengatakan 13 rakaat, ada yang mengatakan
21rakaat, ada yang mengatakan 23 rakaat.
Sheikh
al-Islam Ibn Taymiyahberpendapat, "Jika seseorang melakukan sholat tarawih
sebagaimanamazhab Abu Hanifah, As-Syafi''i dan Ahmad yaitu 20 rakaat
atausebagaimana Mazhab Malik yaitu 36 rakaat, atau 13 rakaat, atau 11rakaat,
maka itu yang terbaik. Ini sebagaimana Imam Ahmad berkata,Karena tidak ada apa
yang dinyatakan dengan jumlah, maka lebih atau kurangnya jumlah rakaat
tergantung pada berapa panjang atau pendek qiamnya."(Silahkan periksa
kitab Al-Ikhtiyaaraat halaman 64).
Demikian
juga dengan Mufti SaudiArabia di masa lalu, Al-''allaamah Sheikh Abdulah bin
Baaz ketikaditanya tentang jumlah rakaat tarawih, termasuk yang mendukung
shalat tarawih 11 atau 13 rakaat, namun beliau tidak menyalahkan mereka yang meyakini
bahwa yang dalilnya kuat adalah yang 20 rakaat.
Beliau
rahimahullah berkata,"Sholat Tarawih 11 rakaat atau 13 rakaat, melakukan
salam pada setiap 2rakaat dan 1 rakaat witir adalah afdal, meniru cara Nabi
SAW. Dan,siapa pula yang sholatnya 20 rakaat atau lebih maka juga tidak
salah."
Dan
di kedua masjid besar dunia,Masjid Al-Haram Makkah dan masjid An-Nabawi
Madinah, sejak dahulu paraulama dan umat Islam di sana shalat tarawih 20 rakaat
dan 3 rakaatwitir. Dan itu berlangsung sampai hari ini, meski mufti negara
punya pendapat yang berbeda. Namun mereka tetap harmonis tanpa ada saling caci.
Wallahu
a''lam bishshawab, wassalamu ''alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Ahmad
Sarwat, Lc

0 Response to "Berapa Jumlah Rakaat Sholat Tarawih + Witir Yang Benar, 11 Rakaat atau 23 Rakaat?"
Posting Komentar